Langsung ke konten utama

Postingan

Cerita Pertama di 2023

Tangal 5 Desember 2022, dengan berat hati akhirnya aku mengajukan pengunduran diri beneran (setelah 2 kali sebelumnya gagal terus karena drama hahaha). Gimana ya rasanya saat itu.. walaupun aku ngajuin resignnya karena banyak faktor, tetap aja ada perasaan sedih karena harus pisah dari tempat itu. Memang bukan sebuah perusahaan yang bonafit, tapi itu perusahaan pertama yang mau memperkerjakan aku, sampai aku bisa bantu orangtua, adik, beli barang-barang dan yang terpenting sampai aku ketemu suami juga di tempat itu. Pokoknya banyak kenangan huhu. But life must go on~ Kesehatan mentalku lebih penting, dan peranku sebagai Ibu lebih penting dibanding peranku sebagai karyawan. Aku pernah dengar kalimat, lupa persisnya gimana tapi ku relakan sementara mimpiku untuk mewujudkan mimpi nya . Jadi seorang ibu itu ternyata harus siap untuk selalu mengalah demi memprioritaskan yang lain seperti anak atau suami. Dan aku masih sangat perlu belajar. Berat memang tapi alhamdulillah, didampingi suami y
Postingan terbaru

Babak Baru

7 Agustus 2021 akhirnya aku resmi memasuki babak baru dalam proses kehidupan. Yap, aku resmi menikah dengan seorang laki-laki yang benar-benar di luar bayanganku sendiri. Kami memang pacaran sebelumnya, 3 tahun pacaran dengannya sebenarnya masih belum cukup untuk mengenal lebih dalam tetang dirinya. Tapi, aku juga gak mau terlalu lama berpacaran, toh diri ini juga jauh dari kata sempurna, jadi kenapa kita tidak sama-sama komitmen dan saling dukung untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik? Heheh Ada sedikit kelegaan setelah sah menjadi suami-istri. Tapi tak dapat dipungkiri, muncul banyak kekhawatiran juga ; apakah dia akan tetap sabar terhadapku? Apakah keuangan kami bisa perlahan membaik? Apakah keluarganya tenang-tenang saja? Apakah kami bisa saling menahan ego ketika berdebat dan tentunya apakah pernikahan ini bisa terus bertahan sampai maut memisahkan? Bismillah, semoga Allah melindungi pernikahan kami yaaaa….. 😊 tanda tangan untuk dokumen KUA; uhuy

Bersyukur

Pada dasarmya sifat manusia memang tidak pernah puas.  Karenanya ada yang namanya "bersyukur",  yaitu cara agar manusia bisa menangani perasaan tidak terpuaskan akan sesuatu.  Sejak aku memasuki dunia baru ini,  aku belajar tentang cara bersyukur. Sebelum berada di dunia baru ini,  aku tidak pernah membayangkan dunia baruku akan seperti ini. Jauh dari apa yang aku harapkan.  Tapi setiap pengalaman memberikan pelajaran.  Ketika energi terbuang sia-sia untuk berkeluh kesah tentang kehidupan,  lebih baik dipakai untuk menikmatinya (ga heran aku sering ketawa-ketawa sendiri hahah).  " Enjoy the journey; the destination may not be as exciting".  Nikmati saja pekerjaanmu,  walaupun gajimu tidak sebesar yang diimpikanmu.   Ketika jenuh,  ingat betapa jenuhnya di rumah menunggu panggilan kerja.  Ketika lelah,  ingat betapa melelahkannya menaruh harap pada hrd perusahaan-perusahaan.  Ketika kesal,  ingat betapa menjengkelkannya cibi

Sinetron Indonesia VS Drama Korea

Haloha khususnya kamu penikmat drama korea! Bisa dibilang 3 tahun ini drama korea emang lagi bagus-bagusnya, sampai bingung rasanya tuh waktu luang udah ga cukup buat nonton drama, sampai akhirnya kita terpaksa harus memilih satu-dua drama diantara drama terbaik. Drama yang kutonton :)) Aku sendiri salah satu penikmat drama korea (aku bahkan ga nonton sinetron Indonesia dan jarang nonton tv juga), tapi aku sedikit picky sama drama korea, karena gamau kalau hati ini dibawa baper melulu huhu, biasanya kalau udah selesai nonton satu drama maka selanjutnya aku libur dulu dari yang namanya nonton drama sampai beberapa bulan (kecuali drama korea yang emang disiarin di tv lokal kayak RTV, masih suka nonton sih wkwk). Tapi bisa dibilang selama setahun belakangan ini aku cukup rajin nonton drama korea, berawal dari Doctors, Beautiful Gong Shim, lanjut Goblin dan yang terbaru My Secret Romance. Itu semua adalah drama yang berhasil aku selesaikan sampai tuntas, sementara masih ada b

Paket Luar Negeri Yang Tak Kunjung Tiba (Bagian 1)

Salah satu hal yang paling mendebarkan adalah saat menanti paket datang, dan pada saat menerimanya tentu saja merupakan salah satu saat paling membahagiakan (bagi saya, heheh). Tapi apa jadinya jika paket yang dinanti-nantikan tak kunjung datang? terlebih pakenya itu dikirim dari luar negeri tanpa resi atau barcode atau tracking number? Bisakah kita melacaknya….? Kebetulan aku baru mengalaminya nih dan masih dalam usaha mendapatkan paketku karena sebelumnya ada dua paket yang tidak sampai-sampai. Aku memiliki dua paket dari Jepang dengan pengirim yang sama namun waktu pengirimannya berbeda, yakni dengan selisih satu bulan. Paket pertama dikirim dari Jepang pada tanggal 3 April 2017 dan estimasi sampai antara tanggal 20-28 April 2017. Sementara paket kedua dikirim pada tanggal 3 Mei 2017 dan estimasi sampai antara tanggal 20-28 Mei. Sejak lewat dari periode estimasi waktu itu, aku selalu berkomunikasi dengan pihak pengirim, agar aku bisa tahu kalau-kalau paketku itu dikembalikan k

Semakin Tua Tidak Berarti Semakin Bijaksana

“… dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha Mengetahui.” (Q.S. Yusuf: 76) Perasaanku campur aduk ketika mau menuliskan ini, bukan karena ingin curhat atau butuh pembelaan, tapi karena terkadang aku berpikir bahwa kita selalu ingin merasa paling benar dan lupa berkaca pada diri sendiri. Hal yang paling aman dilakukan adalah diam, tapi mulut ini juga sedikit gatal, tapi harus ditahan karena melihat lawan bicara yang sudah sepuh. Mungkin ini merupakan hal yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Pada saat kita sedang mengobrol dengan yang lebih tua, kita selalu merasa digurui. Aku menganggapnya wajar, karena yang lebih tua pasti yang sudah melewati banyak pengalaman hidup. Namun ketika kita berbicara dengan yang lebih muda, sikap kita terkadang menggurui mereka dan menganggap mereka ‘kecil’, tidak lebih tahu dibanding kita, meremehkan mereka dan di dalam hati ini sering bergumam “tau apa sih…”. Berumur semakin tua, maka seharusnya