Langsung ke konten utama

Kepada Mereka yang Pernah Tersakiti Olehku

Menjadi manusia itu berarti menjadi tidak sempurna. Seberapa besar keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, aku masih saja berbuat kesalahan dan mengecewakan orang banyak. Semalam, aku bermimnpi kedatangan teman smp, seorang yang spesial yang dengannya aku pernah merangkai mimpi bersama. Kepadanya aku pernah memberikan senyum terbaikku dan kepadanya juga aku pernah memberikan perlakukan jahat, menunjukkan egoku, sifat terburukku.

Untuk seorang teman lama yang pernah sangat-sangat-sangat aku sakiti hatinya, aku minta maaf. Aku minta maaf atas semua sikap jahatku padamu, atas kata maaf yang belum sempat aku ucapkan secara langsung kepadamu. Jika ada kesempatan pada suatu saat nanti kita bisa benar-benar bisa bertemu, aku meminta kepada Allah untuk memberikan aku keberanian menyatakan semuanya kepadamu di bulan Maret tahun itu.

Dan seiring berjalannya waktu, dan aku bertumbuh menjadi lebih tua, aku harap aku lebih dewasa. Tetapi lagi, aku menyakiti seorang teman baik. Seorang teman yang memberikan aku semangat dan nasehat, tapi yang aku lakukan adalah sebuah pengkhianatan. Ketika dia berkata, « ini rahasia », aku malah membukanya. Maaf, karena sudah membuatmu tidak percaya lagi, maaf karena sudah melanggar janji, maaf jika aku terkesan menjadi seorang yang bermuka dua. Ada dua orang teman yang dekat denganku, yang mau menemaniku. Aku hanya tidak ingin kehilangan satu dari mereka, apalagi dua, tidak. Aku berharap di antara kita hanya saling terbuka. Maaf, membuatmu jelek di mata orang lain. Maaf, karena tidak bisa menjadi teman yang baik, yang tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih atas pertemanan yang kita punya. Dan maaf karena aku telah menjadi seorang yang pengecut, yang di depanmu aku bahkan tidak mengakui perbuatanku. Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku harap kamu masih sudi menjadikanku salah satu temanmu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANGKUTAN TRANSPORTASI DI CIBINONG (Kabupaten Bogor) PART 1 ANCOT

Sebagai salah satu warga kabupaten bogor yang baik, saya lebih sering naik transportasi umum untuk menunjang aktivitas sehari-sehari saya, ahahah namanya juga ga bisa mengendarai motor. Nah, saya ingin berbagi informasi mengenai transportasi umum yang ada di daerah sini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman-teman blogwalkers semua. Ancot-ancot (baca: angkot) http://www.goepoet.com/forum/?post=forum&i=134&Trayek%20angkota%20yang%20ada%20di%20bogor%20bro....%20cekidot..&p=f Yah, saya juga gatau kenapa saya nulisnya ‘ancot’, ini bukan budaya orang cibinong tapi ya cuma udah jadi kebiasaan saya aja, hehehe. Jadi ya kita semua tahu kan Kota Bogor juga punya julukan lain selain Kota Hujan tetapi sebagai Kota Ancot. Begitupun di Kabupaten Bogor, ada banyak banget nomor trayek angkot tapi rutenya lumayan lebih jauh dibanding ancot-ancot di Kota Bogor dan juga tarifnya bervariasi, tergatung jarak dan status penumpang; apakah single-doble atau kurus-gendut, haha bo’...

FAITH: Kisah Cinta Jendral Choi Young dan Tabib Agung Eun Soo

Masih dalam rangka membicarakan serial drama korea FAITH: THE GREAT DOCTOR, aku bisa tau bagaimana cinta tak kenal usia, ruang dan waktu. Tak peduli kepada siapa kita mencinta, ketika cinta sudah datang, tak bisa lagi untuk menolak kehadirannya. Di dalam cerita drama korea ini, selain menceritakan kisah cinta antata pemeran utama Jendral Choi Young dan Tabib Agung Eun Soo, ada juga kisah cinta Raja Gong Min dan Ratu No Gook. Meskipun Jendral Choi Young, Raja Gong Min dan Ratu No Gook adalah tokoh nyata dalam sejarah kerajaan Goryeo di Korea, namun tokoh Tabib Agung hanya fiksi belaka jadi kisah cinta antara Jendral Choi Young dan Tabib Agung ini fiksi juga... Heuhuhu sayang sekali. Tapi for your information aja, usut punya usut, sang pembuat skenario cerita ini terinspirasi oleh istrinya Jendral sendiri dalam memilih nama untuk tabib agung, karena nama marga istrinya jendral adalah "Yoo", mirip kan sama "Yoo Eun Soo"..?! Heheh, dan bunga krisan yang selalu muncu...

Cerita Pertama di 2023

Tangal 5 Desember 2022, dengan berat hati akhirnya aku mengajukan pengunduran diri beneran (setelah 2 kali sebelumnya gagal terus karena drama hahaha). Gimana ya rasanya saat itu.. walaupun aku ngajuin resignnya karena banyak faktor, tetap aja ada perasaan sedih karena harus pisah dari tempat itu. Memang bukan sebuah perusahaan yang bonafit, tapi itu perusahaan pertama yang mau memperkerjakan aku, sampai aku bisa bantu orangtua, adik, beli barang-barang dan yang terpenting sampai aku ketemu suami juga di tempat itu. Pokoknya banyak kenangan huhu. But life must go on~ Kesehatan mentalku lebih penting, dan peranku sebagai Ibu lebih penting dibanding peranku sebagai karyawan. Aku pernah dengar kalimat, lupa persisnya gimana tapi ku relakan sementara mimpiku untuk mewujudkan mimpi nya . Jadi seorang ibu itu ternyata harus siap untuk selalu mengalah demi memprioritaskan yang lain seperti anak atau suami. Dan aku masih sangat perlu belajar. Berat memang tapi alhamdulillah, didampingi suami y...