Berdasarkan KBBI digital di ponsel saya, to·le·ran·si n 1 sifat atau sikap toleran: dua kelompok yg berbeda kebudayaan itu saling berhubungan dng penuh --; 2 batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yg masih diperbolehkan; 3 penyimpangan yg masih dapat diterima dl pengukuran kerja;
ber·to·le·ran·si v bersikap toleran: sifat fanatik dan tidak ~ menjadi penghambat perundingan ini;
me·no·le·ran·si v mendiamkan; membiarkan: Pemerintah tidak akan ~ aparat yg menggunakan dana pembangunan dng dalih berbelit-belit
Apa itu Toleran? Berdasarkan KBBI digital yang ada di ponsel saya lagi,
to·le·ran a bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
Indonesia yang memiliki banyak banget penghuninya, punya banyak karakter dan hal-hal yang menyebabkan semua penghuninya menjadi berkelompok-kelompok. Dari agama, suku, bahasa, dan yang lebih moderen lagi adalah ADANYA PENGELOMPOKAN KOMUNITAS PENGGEMAR SESUATU. Termasuk klub bola dan band musik. Maka dari itu saya berpikir untuk saat ini, terlalu kuno rasanya jika kita masih saja bahas soal toleransi beragama, dsb ya walaupun permasalahan soal toleransi beragama itu selalu aja terjadi, tapi bosen ya kan bahas agama mulu karena sepertinya sekarang di Indonesia dan di mana-mana, kita punya 'sesuatu' yang kita yakini melebihi agama kita sendiri. Kita bela-belain demi si 'sesuatu' itu, apa sih sebenarnya? Yap inilah disaat kita menjadi FANS FANATIK dari 'sesuatu' itu, bisa berarti klub sepakbola, grup musik atau yang lain.
Alasan saya membahas soal Toleransi Kegemaran ini sebenarnya cuma ingin 'menyentil' sedikit ke teman-teman yang suka nyinyir teman yang lain yang lagi suka-sukanya banget sama 'sesuatu'. Kenapa sih kita selalu menjadi norak ketika suka sama sesuatu. Dulu, waktu saya baru suka Arsenal, saya juga norak. Dalam tiap pertandingannya ngetweet mulu udah kayak live commentator. Terus selalu nulis yang berlebihan tapi akhirnya saya sadar kalau itu norak. Untuk apa sih saya harus begitu? Saya liat akun facebook sepuh Arsenal Indonesia Supporter, mereka ga lebay segitunya. Cukup orang tahu kalau saya suka Arsenal. Cukup. Selebihnya saya melakukan sewajarnya standar kesukaan saya. Saya memang memutuskan untuk tidak menjadi fanatik. Saya takut kecintaan saya kepada Arsenal melebihi kecintaan saya kepada Allah (Tuhanku), Muhammad (Nabiku) dan juga kepada kedua orangtuaku. Tapi saya tidak bisa berhenti mencintai Arsenal.
Ketika kita sudah menjadi fans yang fanatik, kita akan beranggapan bahwa orang-orang yang suka sama yang menjadi apa yang tidak kita suka, itu adalah Musyrik dan harud dihina, dicaci, dimusuhi. Sering liat kan berita tentang tawuran antat supporter bola? Itu tuh serem!!! Hampir tiap abis pertandingan bahkan hampir tiap hari saya liat di twitter, facebook, masih ada aja yang suka saling menghina, adu mulut bahkan kata-katanya kotor bin najis. Rata-rata yang seperti ini ga jelas jati dirinya dan posisinya sebagai penggemar. Bisa ga sih kita tuh bersikap biasa aja, ga usah lebay. Suka? Silakan tapi jangan sampai mengganggu ketentraman kehidupan orang lain. Dan yang paling penting, ini tuh soal Kegemaran, tidak ada yang paling benar pilihannya dan tidak ada yang salah. Ini semua hanya selera semata. Kalau Agama saja yang menjadi jalan hidup seseorang yang pastinya seharusnya benar, kita perlu saling bertoleransi, apalagi soal kegemaran yang hanya berbicara soal selera??!!!
Selain klub bola, ada grup musik. Ya Allah! K-POP lagi booming sekali. Hampir semua teman saya penggemar K-POP dan FANATIK. Mereka selalu dateng konser yang tiketnya sampai ratusan ribu bahkan jutaan. Mereka selalu update beritanya sampai membuat penuh timeline saya dengan retweetan tweet yang tulisannya kotak-kotak. Saya ga tau ya tapi inilah disaat saya harus Bertoleransi dengan apa yang teman-teman saya suka sebagaimana mereka bertoleransi dengan apa yang saya suka. Seperti arti katanya di kamus digital saya, toleran = membiarkan, membiarkan mereka mencintai apa yang mereka suka.
Dan itulah yang memang sudah seharusnya kita lakukan. Jadi saya juga ga suka ketika ada yang bajak atau ngehack akun komunitas tertentu, mengganggu. Cukup kita terganggu dengan kehebohan fans fanatik terhadap idolanya, jangan ditambah dengan kehebohan mereka karena ulah-ulah iseng tak bertanggung jawab gitu. Tapi sebagai seorang manusia muslim biasa, saya mempunyai kewajiban untuk mengingatkan teman-teman agar tidak teralu fanatik. Jangan sampai rasa cinta kita ke mereka melebihi rasa cinta kita kepada TUHAN YANG MAHA CINTA.
ber·to·le·ran·si v bersikap toleran: sifat fanatik dan tidak ~ menjadi penghambat perundingan ini;
me·no·le·ran·si v mendiamkan; membiarkan: Pemerintah tidak akan ~ aparat yg menggunakan dana pembangunan dng dalih berbelit-belit
Apa itu Toleran? Berdasarkan KBBI digital yang ada di ponsel saya lagi,
to·le·ran a bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dng pendirian sendiri
Indonesia yang memiliki banyak banget penghuninya, punya banyak karakter dan hal-hal yang menyebabkan semua penghuninya menjadi berkelompok-kelompok. Dari agama, suku, bahasa, dan yang lebih moderen lagi adalah ADANYA PENGELOMPOKAN KOMUNITAS PENGGEMAR SESUATU. Termasuk klub bola dan band musik. Maka dari itu saya berpikir untuk saat ini, terlalu kuno rasanya jika kita masih saja bahas soal toleransi beragama, dsb ya walaupun permasalahan soal toleransi beragama itu selalu aja terjadi, tapi bosen ya kan bahas agama mulu karena sepertinya sekarang di Indonesia dan di mana-mana, kita punya 'sesuatu' yang kita yakini melebihi agama kita sendiri. Kita bela-belain demi si 'sesuatu' itu, apa sih sebenarnya? Yap inilah disaat kita menjadi FANS FANATIK dari 'sesuatu' itu, bisa berarti klub sepakbola, grup musik atau yang lain.
Alasan saya membahas soal Toleransi Kegemaran ini sebenarnya cuma ingin 'menyentil' sedikit ke teman-teman yang suka nyinyir teman yang lain yang lagi suka-sukanya banget sama 'sesuatu'. Kenapa sih kita selalu menjadi norak ketika suka sama sesuatu. Dulu, waktu saya baru suka Arsenal, saya juga norak. Dalam tiap pertandingannya ngetweet mulu udah kayak live commentator. Terus selalu nulis yang berlebihan tapi akhirnya saya sadar kalau itu norak. Untuk apa sih saya harus begitu? Saya liat akun facebook sepuh Arsenal Indonesia Supporter, mereka ga lebay segitunya. Cukup orang tahu kalau saya suka Arsenal. Cukup. Selebihnya saya melakukan sewajarnya standar kesukaan saya. Saya memang memutuskan untuk tidak menjadi fanatik. Saya takut kecintaan saya kepada Arsenal melebihi kecintaan saya kepada Allah (Tuhanku), Muhammad (Nabiku) dan juga kepada kedua orangtuaku. Tapi saya tidak bisa berhenti mencintai Arsenal.
Ketika kita sudah menjadi fans yang fanatik, kita akan beranggapan bahwa orang-orang yang suka sama yang menjadi apa yang tidak kita suka, itu adalah Musyrik dan harud dihina, dicaci, dimusuhi. Sering liat kan berita tentang tawuran antat supporter bola? Itu tuh serem!!! Hampir tiap abis pertandingan bahkan hampir tiap hari saya liat di twitter, facebook, masih ada aja yang suka saling menghina, adu mulut bahkan kata-katanya kotor bin najis. Rata-rata yang seperti ini ga jelas jati dirinya dan posisinya sebagai penggemar. Bisa ga sih kita tuh bersikap biasa aja, ga usah lebay. Suka? Silakan tapi jangan sampai mengganggu ketentraman kehidupan orang lain. Dan yang paling penting, ini tuh soal Kegemaran, tidak ada yang paling benar pilihannya dan tidak ada yang salah. Ini semua hanya selera semata. Kalau Agama saja yang menjadi jalan hidup seseorang yang pastinya seharusnya benar, kita perlu saling bertoleransi, apalagi soal kegemaran yang hanya berbicara soal selera??!!!
Selain klub bola, ada grup musik. Ya Allah! K-POP lagi booming sekali. Hampir semua teman saya penggemar K-POP dan FANATIK. Mereka selalu dateng konser yang tiketnya sampai ratusan ribu bahkan jutaan. Mereka selalu update beritanya sampai membuat penuh timeline saya dengan retweetan tweet yang tulisannya kotak-kotak. Saya ga tau ya tapi inilah disaat saya harus Bertoleransi dengan apa yang teman-teman saya suka sebagaimana mereka bertoleransi dengan apa yang saya suka. Seperti arti katanya di kamus digital saya, toleran = membiarkan, membiarkan mereka mencintai apa yang mereka suka.
Dan itulah yang memang sudah seharusnya kita lakukan. Jadi saya juga ga suka ketika ada yang bajak atau ngehack akun komunitas tertentu, mengganggu. Cukup kita terganggu dengan kehebohan fans fanatik terhadap idolanya, jangan ditambah dengan kehebohan mereka karena ulah-ulah iseng tak bertanggung jawab gitu. Tapi sebagai seorang manusia muslim biasa, saya mempunyai kewajiban untuk mengingatkan teman-teman agar tidak teralu fanatik. Jangan sampai rasa cinta kita ke mereka melebihi rasa cinta kita kepada TUHAN YANG MAHA CINTA.
posted from Bloggeroid
Komentar
Posting Komentar